Dedikasi Tanpa Batas, Petugas Puskesmas di Kombeng Utamakan Pasien Meski Punya Urusan Pribadi
Kutai Timur, Muara Wahau — Kisah pelayanan penuh dedikasi ditunjukkan oleh tenaga medis klinik estate Melenyu 2 di wilayah Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, pada Selasa (31/3/2026). Anto, seorang karyawan tetap di Melenyu 2 Afdeling LA, mengungkapkan rasa puas dan terima kasih atas kesigapan petugas medis klinik estate Melenyu 2 dalam membantu proses pengobatan ibunya, Hasriani.
Peristiwa ini bermula saat Anto meminta bantuan kendaraan untuk mengantar ibunya kontrol ke Puskesmas Kombeng pada Senin (30/3/2026). Tanpa banyak prosedur yang berbelit, petugas medis estate Melenyu 2 langsung merespons cepat permintaan tersebut.
Keesokan harinya, Selasa pagi, Anto kembali menghubungi petugas medis klinik estate Melenyu 2 untuk memastikan kesiapan. Respons cepat kembali ditunjukkan dengan koordinasi yang langsung dilakukan kepada Ramli selaku PGS kantor Estate Melenyu 2. Tak lama berselang, kendaraan operasional jenis Strada pun disiapkan untuk mengantar Hasriani menuju Puskesmas Kombeng di Desa Miau Baru.
Setibanya di puskesmas, pelayanan yang tak kalah mengesankan kembali dirasakan Anto. Sebelumnya, ia telah berkoordinasi dengan Hasan, seorang perawat di Puskesmas Kombeng, yang mengarahkan agar langsung menemui Devi, tenaga kesehatan di sana.
Anto mengaku terkejut ketika tiba di lokasi, karena Devi sudah lebih dulu menunggu di ruang pelayanan. Padahal, menurut pengakuan Devi, ia sebenarnya memiliki keperluan pribadi untuk mengantar ibunya berobat ke rumah sakit di Samarinda.
Namun, Devi memilih untuk mendahulukan tugasnya sebagai tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama, terlebih pasien tersebut sudah memiliki jadwal kontrol.
“Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai tenaga kesehatan. Saya harus mendahulukan pelayanan kepada masyarakat. Setelah ini selesai, baru saya bisa tenang mengurus keperluan pribadi,” ujar Devi kepada Anto.
Pelayanan yang cepat, sigap, dan penuh empati ini membuat Anto merasa sangat terbantu. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petugas medis klinik Estate Melenyu 2, Klinik Induk KBB, Ramli selaku PGS kantor, Hasan sebagai perawat, hingga Devi yang dinilainya menunjukkan dedikasi tinggi sebagai tenaga kesehatan.
Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara tenaga medis dan staf pendukung di wilayah perkebunan hingga fasilitas kesehatan mampu menghadirkan pelayanan optimal bagi masyarakat, bahkan di tengah keterbatasan dan kesibukan pribadi masing-masing.
(Halid/Samsul Daeng Pasomba.PPWI)







Komentar