FPII Tinjau Program Ketahanan Pangan Lapas Cianjur, Warga Binaan Dilibatkan dalam Pengelolaan Produksi

Beranda36 Dilihat

FPII Tinjau Program Ketahanan Pangan Lapas Cianjur, Warga Binaan Dilibatkan dalam Pengelolaan Produksi

CIANJUR – Program pembinaan kemandirian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif, khususnya di sektor peternakan, pertanian, dan perikanan.

Hal tersebut terlihat saat Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Dra. Kasihhati, didampingi Pengawas Dewan Pers Independen (DPI), Lilik Adi Gunawan, S.H., melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIB Cianjur, Senin (2/11/2026).

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarok, bersama jajaran pejabat struktural di ruang kerjanya.

Dalam kunjungan tersebut, Kasihhati dan Lilik Adi Gunawan didampingi Kalapas meninjau langsung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta sejumlah fasilitas produktif yang dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.

Adapun fasilitas yang dikunjungi meliputi peternakan ayam pedaging (broiler), ayam petelur, ayam petelur kampung jenis Elba, peternakan domba, serta budidaya ikan air tawar.

Tidak hanya melihat fasilitas, rombongan juga menyaksikan secara langsung proses pengelolaan peternakan sekaligus mengikuti kegiatan panen telur ayam petelur.

“Kami melihat secara langsung proses pengelolaan peternakan sekaligus melaksanakan panen telur ayam petelur,” kata Kasihhati saat diwawancarai awak media.

Kalapas Cianjur, Prayogo Mubarok, menjelaskan bahwa berbagai sektor tersebut menjadi komoditas unggulan yang dikembangkan melalui program pembinaan kemandirian. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung mulai dari proses pemeliharaan, perawatan, hingga pengelolaan hasil produksi.

Sementara itu, Lilik Adi Gunawan, S.H., mengapresiasi pengembangan program ketahanan pangan yang tidak hanya berpusat di dalam lingkungan lapas, tetapi juga mencakup optimalisasi aset lahan milik Lapas Cianjur di Kecamatan Campaka.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut menjadi langkah untuk memperluas manfaat program pembinaan melalui pengelolaan potensi sumber daya yang tersedia.

“Kawasan tersebut dikembangkan sebagai pusat ketahanan pangan terpadu dengan cakupan kegiatan yang lebih luas, meliputi sektor peternakan, pertanian, dan perikanan,” jelas Prayogo.

Pengelolaan kawasan ketahanan pangan di Campaka tidak hanya melibatkan warga binaan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan kelompok tani dan masyarakat sekitar.

Melalui pengembangan tersebut, program ketahanan pangan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengembangkan keterampilan warga binaan, memberdayakan masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarok, menegaskan bahwa pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta kawasan ketahanan pangan di Kecamatan Campaka merupakan bagian dari komitmen Lapas Cianjur dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

Ia juga berharap sinergi dengan insan pers dapat terus terjalin dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai program pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Presidium FPII dan Pengawas Dewan Pers Independen atas kunjungannya. Semoga sinergitas antara pers dan Lapas Kelas IIB Cianjur dapat terjalin dengan baik. Kami berharap FPII dapat turut menyampaikan informasi positif, aktual, dan terpercaya terkait kegiatan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sehingga masyarakat dapat melihat bahwa lapas bukan hanya identik dengan stigma negatif, tetapi juga menjadi tempat pembinaan dan pemberdayaan,” pungkas Prayogo Mubarok.

(Halid/Samsul Daeng Pasomba, PPWI/Tim)

Komentar