Ironi HUT RI ke-81: Bendera Merah Putih Tua dan Robek Berkibar di Kantor Afdeling LA Melenyu 2
Kutai Timur-Muara Wahau menurut pantauan dan keterangan Samsul bersama rekan”media dilapangan hari ini 22 Agustus 2026 bendera merah putih yang terpasang di depan halaman kantor afdeling LA melenyu 2 sampai sekarang ini belum di ganti dengan bendara merah putih yang baru sementara pada waktu Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,Senin,17 Agustus 2026, pada waktu itu juga Samsul sudah berkordinasi langsung dengan pihak manajemen kantor CSR mengenai pemandangan yang memprihatinkan di wilayah perumahan perusahaan kelapa sawit Melenyu 2, khususnya di depan Kantor Afdeling LA.
Sebuah bendera Merah Putih yang terlihat sudah tua dan dalam kondisi robek masih berkibar di depan kantor tersebut. Kondisi itu terlihat secara langsung oleh Samsul, anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), sekaligus wartawan dan Wakil Pimpinan Umum media reporternews.web.id, bersama sejumlah rekan media, yakni Arman dari jejakkasusnews.web.id, Tispran Kelana dari mabesnews.com, dan Anto dari tahtaberita.com.
Tidak hanya kondisi bendera yang menjadi perhatian. Tim media juga mengaku tidak melihat adanya bendera Merah Putih lain yang berkibar di kawasan perumahan perusahaan Melenyu 2 afdeling LA pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Pemandangan tersebut kemudian menjadi sorotan dan perbincangan di kalangan awak media. Mereka mempertanyakan kepedulian serta pengawasan pihak manajemen perusahaan terhadap pemasangan dan kondisi bendera Merah Putih di lingkungan perusahaan.
Kemerdekaan Dibayar dengan Darah dan Nyawa
Kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah hadiah yang datang begitu saja. Kemerdekaan diraih melalui perjuangan panjang para pahlawan dan pendahulu bangsa yang mempertaruhkan harta, darah, bahkan nyawa demi terbebas dari penjajahan.
Untuk mengibarkan Sang Merah Putih sebagai simbol kebanggaan bangsa Indonesia, para pejuang rela berdiri di garis depan dan menghadapi berbagai ancaman. Tidak sedikit nyawa yang gugur agar generasi setelahnya dapat hidup dalam negara yang merdeka dan bebas mengibarkan bendera Merah Putih.
Karena itu, keberadaan bendera Merah Putih bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Di baliknya terdapat sejarah perjuangan, pengorbanan, air mata, darah, dan nyawa para pahlawan bangsa.
Dalam konteks tersebut, kondisi bendera yang sudah tua dan robek pada momentum HUT ke-81 RI tentu menimbulkan keprihatinan.
Samsul menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, persoalannya bukan sekadar ada atau tidak adanya pemasangan bendera di kawasan perusahaan, tetapi ketika bendera yang sudah dalam kondisi tidak layak masih dibiarkan berkibar di depan kantor afdeling pada tanggal 17 Agustus.
«“Kalau memang tidak ada bendera Merah Putih yang dipasang di wilayah perumahan tersebut, mungkin persoalannya berbeda. Tetapi kalau sudah ada bendera yang kondisinya tua dan robek, seharusnya pihak manajemen dapat mengambil langkah untuk menggantinya dengan bendera yang baru dan layak,” ujar Samsul.»
Menurutnya, mengganti bendera yang sudah rusak bukanlah persoalan yang sulit. Terlebih, momentum 17 Agustus merupakan saat seluruh elemen masyarakat menunjukkan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan kemerdekaan Indonesia.
«“Kita harus ingat bahwa untuk membuat Merah Putih berkibar di negeri ini, para pendahulu kita mempertaruhkan nyawa. Jangan sampai simbol perjuangan itu justru dibiarkan berkibar dalam keadaan tua dan robek,” tegasnya.»
Ia berharap pihak manajemen perusahaan dapat lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan simbol negara, terutama pada momentum peringatan kemerdekaan.
Manajemen Belum Berikan Klarifikasi
Kondisi tersebut diduga menunjukkan kurangnya perhatian atau pengawasan terhadap pemasangan bendera di lingkungan perusahaan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak manajemen Melenyu 2.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen perusahaan kelapa sawit Melenyu 2 belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait kondisi bendera Merah Putih yang terlihat tua dan robek tersebut.
Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini dibuat berdasarkan hasil pantauan dan keterangan awak media di lapangan. Redaksi juga membuka ruang yang seluas-luasnya kepada pihak manajemen Melenyu 2 untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, maupun penjelasan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Sang Merah Putih bukan sekadar bendera. Ia adalah simbol perjuangan bangsa yang ditebus dengan darah dan nyawa. Maka, ketika bendera itu berkibar dalam keadaan robek pada hari kemerdekaan, wajar apabila publik mempertanyakan: di mana penghormatan kita terhadap perjuangan para pahlawan?













Komentar