KKN UTAMA Makassar Gelar Penyuluhan Pemilahan Sampah dan Demonstrasi Pengomposan di Bentenge

Beranda170 Dilihat

KKN UTAMA Makassar Gelar Penyuluhan Pemilahan Sampah dan Demonstrasi Pengomposan di Bentenge

BULUKUMBA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA Makassar) menggelar penyuluhan pemilahan sampah sekaligus demonstrasi pengomposan sampah rumah tangga di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Kamis, 3 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja tingkat kecamatan KKN UTAMA Makassar yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.

Koordinator Kecamatan KKN UTAMA Makassar, Nasrullah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memberikan edukasi praktis kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang sederhana namun dapat memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Masyarakat perlu memahami bagaimana memilah sampah berdasarkan jenisnya sehingga sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan dan tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah,” ungkap Nasrullah.

Selain penyuluhan, mahasiswa KKN UTAMA Makassar juga memperagakan secara langsung proses pengomposan sampah organik rumah tangga.

Dalam demonstrasi tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan cara sederhana mengolah sampah organik, seperti daun dan sisa bahan makanan tertentu, menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebatas penyuluhan, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang tanpa melalui proses pemilahan.

Sementara itu, Sekretaris Camat Ujung Bulu, Andi Tenri Awaru, S.STP, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program mahasiswa KKN UTAMA Makassar tersebut.

Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat, terutama di wilayah perkotaan yang menghadapi persoalan persampahan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UTAMA Makassar. Kami berharap masyarakat di sembilan kelurahan dapat menerapkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Andi Tenri Awaru juga menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan instruksi Bupati Bulukumba H. A. Muchtar Ali Yusuf mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kewajiban setiap kelurahan untuk membentuk Bank Sampah Unit (BSU) sebagai salah satu langkah dalam mengatasi persoalan persampahan di wilayah perkotaan.

“Bank Sampah Unit diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, sekaligus mendorong masyarakat agar memiliki kebiasaan memilah sampah dari sumbernya,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perwakilan kader PKK dan Posyandu turut mengikuti penyuluhan. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, khususnya sampah organik dan anorganik, serta cara memilahnya sesuai kategori.

Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya tidak mencampurkan seluruh jenis sampah. Dengan pemilahan sejak dari rumah, sampah yang masih dapat dimanfaatkan atau didaur ulang dapat dikelola secara lebih optimal.

Melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pengomposan ini, KKN UTAMA Makassar menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga, sehingga persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.

Beita Terkait

Jangan Lewatkan