Mahasiswa dan Warga Lima Desa Bersatu, Geruduk PT Hengjaya di Bungku Pesisir

Beranda216 Dilihat

Mahasiswa dan Warga Lima Desa Bersatu, Geruduk PT Hengjaya di Bungku Pesisir

Morowali, 30 September 2025 – Ratusan mahasiswa bersama masyarakat dari lima desa di Kecamatan Bungku Pesisir yakni Desa Tandaoleo, Lafeu, Bete-bete, Pada Baho, dan Makarti Jaya menggelar aksi damai di area operasi PT Hengjaya Mineralindo, Desa Tangofa. Aksi ini menuntut penyelesaian kasus dugaan perampasan lahan serta ganti rugi tanaman tumbuh milik warga yang terdampak aktivitas pertambangan nikel.

Yang menarik, aksi ini tidak hanya diikuti mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga dihadiri langsung Kepala Desa Pada Baho, Kepala Desa Bete-bete, dan Kepala Desa Makarti Jaya, bersama perangkat desa mereka. Kehadiran para pemimpin desa menegaskan bahwa persoalan lahan sudah menjadi isu bersama, bukan lagi keluhan individu.

> “Kami hadir mendampingi masyarakat karena ini menyangkut hak rakyat. Tanaman mereka rusak, lahan mereka diambil, tapi hingga kini ganti rugi tidak jelas. Pemerintah desa tidak boleh tinggal diam,” ujar Kepala Desa Pada Baho di tengah aksi.

 

Para mahasiswa dalam orasinya menuding PT Hengjaya mengabaikan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat lokal. Mereka mendesak Bupati Morowali segera turun tangan memediasi, sekaligus memastikan perusahaan memenuhi kewajiban kompensasi.

Selain ganti rugi, massa aksi juga menuntut pemberdayaan masyarakat sekitar tambang melalui program CSR yang nyata, serta perlindungan lingkungan dari dampak aktivitas pertambangan.

Aksi berlangsung damai dan mendapat pengawalan aparat keamanan. Massa menegaskan jika tuntutan mereka tidak ditanggapi serius, aksi akan dilanjutkan dengan skala yang lebih besar.

Hingga rilis ini diterbitkan, PT Hengjaya Mineralindo belum memberikan keterangan resmi.

Komentar