Sengketa Lahan Ahli Waris Saibo bin Jali Memanas, Laskar The Iwan Desak Wali Kota Makassar Copot Camat dan Lurah

Beranda21 Dilihat

Sengketa Lahan Ahli Waris Saibo bin Jali Memanas, Laskar The Iwan Desak Wali Kota Makassar Copot Camat dan Lurah

MAKASSAR, KOMPak NEWS — Sengketa lahan warisan keluarga Saibo bin Jali kembali menjadi sorotan. Gabungan ahli waris bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar The Iwan menyampaikan aspirasi dan kekecewaan terhadap Pemerintah Kota Makassar yang dinilai belum memberikan penyelesaian atas persoalan tanah yang mereka perjuangkan.

Dalam aksi penyampaian aspirasi pada Kamis (29/10/2026), massa mengaku kecewa karena Wali Kota Makassar tidak menemui mereka untuk berdialog secara langsung. Kekecewaan tersebut kemudian berujung pada tuntutan agar Wali Kota mengevaluasi, bahkan mencopot, Camat Panakkukang dan lurah terkait dari jabatannya.

Koordinator aksi sekaligus perwakilan Laskar The Iwan menegaskan, kedatangan mereka bertujuan memperjuangkan hak ahli waris sekaligus meminta pemerintah daerah memberikan kejelasan terhadap persoalan administrasi pertanahan yang mereka persoalkan.

“Kami datang dengan damai untuk menuntut hak atas tanah ahli waris Saibo bin Jali yang diduga kuat melibatkan maladministrasi di tingkat bawah. Namun, Wali Kota justru tidak menemui kami. Kami dari Laskar The Iwan meminta dengan tegas agar Camat Panakkukang dan lurah terkait segera dicopot. Kami menilai persoalan ini membutuhkan evaluasi serius,” ujar juru bicara Laskar The Iwan.

Ahli Waris Pertanyakan Transparansi Pelayanan

Pihak ahli waris menilai proses penanganan dokumen yang berkaitan dengan tanah warisan tersebut belum berjalan sebagaimana yang mereka harapkan. Mereka menduga terdapat keterlambatan dan kurangnya transparansi dalam pelayanan di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Atas dasar itu, massa meminta Pemerintah Kota Makassar turun tangan untuk memeriksa proses administrasi yang dipersoalkan, menjelaskan kendala yang dihadapi, serta memastikan hak-hak para pihak ditangani sesuai ketentuan hukum.

Bagi massa aksi, persoalan ini tidak cukup disikapi dengan menunggu tanpa kepastian. Mereka menginginkan adanya penjelasan resmi dan langkah konkret dari pemerintah daerah agar sengketa tidak terus berlarut-larut.

Kehadiran Laskar The Iwan dalam aksi tersebut, menurut perwakilannya, merupakan bentuk solidaritas terhadap perjuangan ahli waris yang menginginkan kejelasan atas tanah yang mereka klaim sebagai warisan keluarga.

Ancam Kembali Gelar Aksi Lebih Besar

Gabungan massa menegaskan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan tanggapan yang memadai dari Pemerintah Kota Makassar.

Mereka mendesak Wali Kota Makassar memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut, termasuk mengevaluasi kinerja aparatur wilayah yang dipersoalkan dan memastikan proses pelayanan administrasi berjalan secara transparan serta akuntabel.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak Pemerintah Kota Makassar, Camat Panakkukang, maupun lurah terkait mengenai tuntutan massa dan dugaan persoalan administrasi yang disampaikan ahli waris.

Redaksi membuka ruang bagi Pemerintah Kota Makassar, pihak kecamatan, kelurahan, serta pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

(Halid/Samsul Daeng Pasomba/PPWI/Tim Kompak News)

Komentar