UTAMA Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru, Program Studi Informatika Medis Menjadi Pilihan Bagi Calon Mahasiswa Baru.
Berbagai upaya strategis Prodi Informatika Medis, salah satunya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kesehatan digital. Program Studi Informatika Medis hadir sebagai upaya institusional dalam menjawab tantangan transformasi digital sektor kesehatan melalui penguatan kompetensi teknologi informasi berbasis pelayanan kesehatan.
Kurikulum Program Studi Informatika Medis disusun berbasis kebutuhan dunia kerja
dengan menekankan keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik lapangan. Proses pembelajaran diarahkan pada pemahaman sistem informasi kesehatan, pengelolaan data medis, serta penerapan teknologi di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Salah satu mahasiswa aktif Program Studi Informatika Medis, Ivony, menyampaikan
bahwa proses pembelajaran yang dijalaninya bersifat aplikatif dan relevan dengan tuntutan dunia kerja.
“Kami tidak hanya belajar teknologi informasi secara umum, tetapi juga memahami
penerapannya langsung di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah
sakit. Hal ini membuat kami lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus,” ujarnya.
Selain kegiatan pembelajaran di kelas, mahasiswa juga dilibatkan secara aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa aktif lainnya, Fiki A. Wahid, menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga.
“Saya dilibatkan langsung dalam penelitian dosen yang memperoleh hibah dari Dikti pada tahun 2025. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam riset kesehatan berbasis data dan teknologi,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Informatika Medis Sukirno Kasau, S.Kom., M.Kom. menjelaskan, bahwa strategi penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara terencana melalui pendekatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Salah satu treatment utama yang diterapkan adalah mengaktifkan peran mahasiswa aktif sebagai agen promosi edukatif program studi.
“Kami menggerakkan mahasiswa aktif untuk turun langsung ke sekolah-sekolah melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dasar teknologi informasi dan literasi digital kesehatan yang dilaksanakan pada masa libur semester. Pendekatan ini tidak
hanya memperkenalkan Program Studi Informatika Medis, tetapi juga memberikan
manfaat nyata bagi siswa sekolah,” jelasnya
Melalui pendekatan tersebut, calon mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai karakteristik keilmuan Informatika Medis serta peluang pengembangan
akademik yang ditawarkan, termasuk keterlibatan dalam penelitian dosen dan kegiatan pengabdian masyarakat.
Program Studi Informatika Medis menargetkan luaran lulusan yang memiliki kompetensi sebagai analis sistem informasi kesehatan, pengelola data dan informasi kesehatan, pendukung transformasi digital fasilitas pelayanan kesehatan, asisten peneliti di bidang kesehatan digital, serta wirausahawan teknologi kesehatan. Lulusan diharapkan mampu berkontribusi secara profesional, etis, dan inovatif dalam penguatan sistem kesehatan nasional berbasis teknologi dan data.
Dengan dibukanya penerimaan mahasiswa baru ini, Program Studi Informatika Medis
mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan layanan kesehatan yang modern, efisien dan berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi secara berkelanjutan.







Komentar