176 Wisudawan UTAMA Resmi Menyelesaikan Pendidikan, 86 Raih Predikat Cumlaude

Beranda125 Dilihat

176 Wisudawan UTAMA Resmi Menyelesaikan Pendidikan, 86 Raih Predikat Cumlaude

MAKASSAR – Sebanyak 176 wisudawan dan wisudawati Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) resmi menyelesaikan pendidikan tinggi dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda UTAMA Ke-III, yang digelar di Ballroom Hotel Dalton Makassar, Sabtu (5/9/2026).

Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki fase baru kehidupan. Tidak hanya membawa gelar akademik, para lulusan juga dituntut mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ketua Panitia Wisuda Ke-III UTAMA, Dr. Sukirno Kasau, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa 176 lulusan tersebut berasal dari jenjang Diploma (D-4), Sarjana (S-1), dan Pascasarjana (S-2) Tahun Akademik 2025/2026.

Dari total tersebut, sebanyak 86 wisudawan dan wisudawati berhasil meraih predikat cumlaude.

Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Ke-III UTAMA dibuka oleh Ketua Senat UTAMA dan dihadiri sejumlah pejabat serta tamu undangan. Di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Bupati Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., Ketua Pembina dan Ketua Yayasan Pendidikan Tamalatea Makassar, Rektor UTAMA, para Wakil Rektor, para Ketua Program Studi (Kaprodi), pejabat struktural, serta orang tua dan keluarga wisudawan.

Rektor: Wisuda Bukan Akhir, tetapi Awal Pengabdian

Rektor Universitas Tamalatea Makassar, Dr. H. Muh. Ilyas Nur, S.KM., M.Adm.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar prosesi seremonial untuk memperoleh gelar akademik. Menurutnya, wisuda merupakan langkah awal bagi para lulusan untuk memasuki babak baru dalam kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.

Momen penyematan gelar akademik, kata Rektor, harus menjadi bekal bagi para lulusan untuk melangkah lebih jauh serta mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah.

«“Hari ini, kami menyambut kembali para Ksatria UTAMA di rumah besar tempat saudara-saudara ditempa. Saudara datang sebagai mahasiswa dengan mimpi, dan hari ini kembali sebagai lulusan dengan tanggung jawab baru,” jelas Rektor UTAMA.»

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan bahwa Tahun Akademik 2025/2026 menjadi salah satu periode yang berat dan menyedihkan bagi keluarga besar UTAMA.

Hal tersebut menyusul berpulangnya sejumlah tokoh penting di lingkungan universitas secara beruntun dalam waktu yang relatif singkat, termasuk Rektor, Ketua Senat, serta dosen UTAMA.

Meski demikian, kondisi tersebut diharapkan tidak menyurutkan semangat seluruh civitas akademika untuk terus menjaga dan mengembangkan Universitas Tamalatea Makassar.

Yayasan Berpesan Jaga Nama Baik Almamater

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tamalatea, H. Rahmat Haris, S.E., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan.

Ucapan selamat juga disampaikan kepada para orang tua dan wali wisudawan yang dinilai telah memberikan dukungan, doa, serta pengorbanan hingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan di UTAMA.

Rahmat Haris berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater setelah kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Ia berharap para sarjana UTAMA tidak hanya mengejar keberhasilan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi lingkungan serta masyarakat.

Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

«“Karena keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita mencapai sesuatu, tetapi seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada sekitar kita,” paparnya.»

Bupati Halmahera Tengah Sampaikan Orasi Ilmiah

Momentum Wisuda Ke-III UTAMA juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Bupati Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si.

Dalam orasi ilmiahnya, ia mengangkat tema “Transformasi Ekosistem Kesehatan Daerah.”

Dalam paparannya, Ikram Malan Sangadji mengapresiasi konsistensi Universitas Tamalatea Makassar dalam melahirkan lulusan yang diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan, menurutnya, harus mampu diterapkan dalam kehidupan nyata.

«“Kini saatnya para wisudawan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.»

Dengan berakhirnya prosesi Wisuda Ke-III tersebut, sebanyak 176 lulusan UTAMA resmi menyandang gelar akademik dan diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Beita Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar