91 Mahasiswa UTAMA Ikuti Pembekalan KKN Angkatan III, Siap Diberangkatkan ke Bulukumba

Beranda133 Dilihat

91 Mahasiswa UTAMA Ikuti Pembekalan KKN Angkatan III, Siap Diberangkatkan ke Bulukumba

MAKASSAR – Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) memberikan pembekalan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan III Tahun Akademik 2025–2026, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA).

Ketua Panitia KKN Angkatan III, Hardiyanto, SH., MH., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 91 mahasiswa akan mengikuti program KKN yang dipusatkan di Kabupaten Bulukumba.

Rangkaian pembekalan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WITA. Setelah mengikuti pembekalan, para mahasiswa dijadwalkan diberangkatkan menuju Kabupaten Bulukumba pada 10 Agustus 2026.

Di Kabupaten Bulukumba, mahasiswa KKN UTAMA akan ditempatkan pada 9 kelurahan yang berada di Kecamatan Ujung Bulu. Penempatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku perkuliahan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, panitia berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

“Kami berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang berdampak, membantu masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan, serta menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di Universitas Tamalatea Makassar,” ungkap panitia.

Pembekalan KKN Angkatan III secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Tamalatea Makassar, Dr. Muh. Ilyas Nur, SKM., M.Adm.Kes.

Dalam sambutannya, Rektor UTAMA menegaskan bahwa KKN merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, KKN menjadi salah satu bentuk pendidikan melalui pengalaman belajar bersama masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Rektor juga menekankan pentingnya pembekalan sebelum mahasiswa terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, dosen memiliki peran penting dalam membantu, mengarahkan, dan memotivasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

“Di sini sangat kami harapkan para dosen dapat membantu, mengarahkan dan memotivasi mahasiswa dalam mengeksplorasi potensi yang ada di wilayah KKN. Yang paling penting adalah diawali dengan survei potensi-potensi sumber daya lokal sebelum membuat program-program yang bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Rektor UTAMA juga mengingatkan mahasiswa agar mengubah cara pandang dalam menjalankan program KKN. Menurutnya, ukuran keberhasilan KKN bukan semata-mata apa yang diperoleh mahasiswa, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Mindset kita dalam KKN adalah bukan seberapa banyak yang kita dapatkan, tetapi seberapa banyak bantuan yang bisa kita berikan, seberapa banyak ilmu yang bisa kita share kepada masyarakat. Ini perlu ditanamkan karena dua hal penting dalam KKN adalah melayani dan memberdayakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UTAMA, Hasmah, SKM., M.Kes., berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki untuk memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa dapat menerapkan keilmuannya untuk memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat. Jaga nama baik almamater, bangun kesan yang baik di tengah masyarakat, serta publikasikan berbagai kegiatan dan kontribusi positif yang dilakukan,” pesannya.

Kegiatan pembekalan KKN Angkatan III Tahun Akademik 2025–2026 berlangsung dengan penuh antusias. Para mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai persiapan sebelum melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bulukumba.

Rangkaian acara pembekalan tersebut dipandu oleh Sekretaris Panitia, Irmawati, R.J., S.KM., M.Kes.

Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa KKN UTAMA diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta program akademik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari masyarakat dalam menggali potensi lokal, memberikan solusi, serta melaksanakan program yang memberikan manfaat nyata bagi warga di wilayah penempatan.

Komentar