Diberi SP 1 Usai Antar Istri Berobat, Samsul Pertanyakan Sikap Mandor Ferdyan dan Asisten LA

Beranda38 Dilihat

Diberi SP 1 Usai Antar Istri Berobat, Samsul Pertanyakan Sikap Mandor Ferdyan dan Asisten LA

MUARA WAHAU — Persoalan pemberian Surat Peringatan (SP) 1 terhadap Samsul, salah seorang karyawan di wilayah kerja Afdeling LA, Melenyu 2, kembali menjadi sorotan. Samsul mengaku mempertanyakan dasar pemberian sanksi tersebut setelah dirinya dipanggil Mandor Ferdyan ke kantor Afdeling LA pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026.

Keterangan tersebut disampaikan Samsul kepada Arman, wartawan media jejakkasusnews.web.id, bersama Tispran Kelana, wartawan mabesnews.com, serta sejumlah rekan wartawan lainnya.

Menurut Samsul, setelah mengikuti apel pagi, dirinya dipanggil Mandor Ferdyan ke kantor Afdeling LA. Di tempat tersebut, Samsul mengaku diberikan surat sanksi berupa SP 1 dengan alasan dirinya selama dua hari dinilai tidak aktif masuk kerja dan tidak memberikan pemberitahuan terkait keberangkatannya mengantar istrinya menjalani kontrol di RS Medika Sangatta.

Namun, Samsul membantah apabila dirinya disebut sama sekali tidak memberikan pemberitahuan.

Ia menjelaskan bahwa setiap kali istrinya harus menjalani kontrol ke rumah sakit, dirinya selama ini selalu menyampaikan informasi kepada pihak terkait. Bahkan sebelum berangkat, Samsul mengaku telah meminta anaknya menyerahkan surat kontrol istrinya secara langsung kepada Asisten Afdeling LA, Andika.

“Surat kontrol itu sudah diberikan langsung kepada Asisten Afdeling LA, Andika, dan sudah diterima. Selama ini setiap saya mau mengantar istri kontrol, pihak asisten juga sudah mengetahui,” ujar Samsul.

Karena itu, Samsul mempertanyakan mengapa setelah dirinya kembali dari rumah sakit justru dipanggil dan diberikan SP 1 dengan alasan tidak ada pemberitahuan kepada asisten, mandor maupun PGS.

“Kalau memang dianggap tidak ada pemberitahuan, saya mempertanyakan pemberitahuan seperti apa yang dimaksud. Surat kontrol sudah diberikan dan diterima. Saya pergi bukan untuk kepentingan pribadi yang tidak jelas, tetapi mengantar istri saya yang sedang sakit untuk kontrol ke rumah sakit,” katanya.

Pertanyakan Ada Apa di Balik SP 1

Samsul mengaku menerima surat SP 1 tersebut dan tidak ingin mempermasalahkan pemberian sanksi selama prosesnya dilakukan sesuai aturan perusahaan.

Namun, ia mengaku merasa ada sesuatu yang perlu dipertanyakan karena menurutnya persoalan tersebut tidak berdiri sendiri.

Samsul bahkan menduga adanya sikap tidak senang atau persoalan pribadi dari Mandor Ferdyan terhadap dirinya.

“Saya menerima SP 1 ini dengan ikhlas. Tetapi saya berharap tidak ada intervensi ataupun unsur ketidaksenangan dari mandor maupun pihak lainnya terhadap saya,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan tersebut muncul karena menurutnya pernah terjadi sejumlah persoalan beberapa bulan sebelumnya hingga berlanjut sampai saat ini.

Samsul menduga dirinya sedang dicari-cari kesalahannya agar pada akhirnya dapat dikeluarkan dari perusahaan.

“Saya menduga ada upaya mencari-cari kesalahan saya. Seolah-olah dibuatkan persoalan sedikit demi sedikit supaya saya bisa dikeluarkan dari perusahaan. Kalau memang itu tujuannya, saya hanya bisa menerima dan menyerahkan semuanya kepada aturan serta manajemen perusahaan,” ujarnya.

Kebaikan kepada Istri Dipertanyakan

Lebih jauh, Samsul juga menyinggung sikap Mandor Ferdyan dan Asisten LA Andika yang selama ini menurutnya terlihat memberikan perhatian terhadap kondisi istrinya yang sedang sakit dan rutin menjalani kontrol ke RS Medika Sangatta.

Menurut Samsul, dirinya kini mulai mempertanyakan apakah perhatian tersebut benar-benar bentuk kepedulian atau hanya sebatas formalitas.

“Saya selama ini melihat ada kebaikan, ketulusan dan kepedulian kepada kondisi istri saya. Tetapi dengan kejadian hari ini, saya mulai bertanya-tanya apakah semua itu memang benar-benar ketulusan atau hanya formalitas agar terlihat baik di hadapan manajemen perusahaan, karyawan maupun publik,” katanya.

Meski demikian, Samsul menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menuduh secara langsung tanpa adanya bukti.

Ia hanya meminta agar seluruh persoalan yang menyangkut dirinya dapat dilihat secara objektif dan tidak berdasarkan kepentingan pribadi.

“Saya tidak ingin menuduh siapa pun. Tetapi saya punya hak untuk bertanya. Ada apa sebenarnya dengan saya? Apakah ada persoalan lama atau ada ketidaksenangan karena selama ini saya sering menyampaikan atau mengomentari berbagai kejadian yang terjadi di wilayah kerja?” ujarnya.

Samsul: Saya Terima SP 1, Tetapi Jangan Ada Intervensi

Samsul menegaskan dirinya tetap menghormati keputusan yang telah diberikan kepadanya.

Namun, ia berharap pemberian sanksi tidak dijadikan alat untuk menekan ataupun mengarah pada upaya memberhentikan dirinya dari perusahaan.

“SP 1 ini saya terima dengan ikhlas. Saya tidak akan melawan aturan perusahaan. Tetapi jangan sampai ada intervensi dan jangan sampai ada unsur ketidaksenangan pribadi yang kemudian dijadikan alasan untuk mencari kesalahan saya,” tegas Samsul.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi momentum bagi semua pihak untuk melakukan evaluasi dan melihat persoalan secara lebih objektif.

“Saya berharap kejadian hari ini ada hikmahnya. Kalau memang saya salah, tunjukkan kesalahan saya berdasarkan aturan. Kalau memang pemberitahuan saya dianggap tidak sesuai prosedur, saya siap memperbaikinya. Tetapi jangan karena persoalan pribadi kemudian semuanya diarahkan seolah-olah saya tidak pernah memberikan pemberitahuan,” tuturnya.

Samsul juga berharap manajemen perusahaan dapat melihat persoalan tersebut secara jernih dan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk mengenai pemberian SP 1 dan mekanisme pemberitahuan ketika seorang karyawan harus mendampingi anggota keluarganya menjalani pengobatan.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai alasan pemberian SP 1 tersebut masih berdasarkan penjelasan Samsul. Kompak News belum memperoleh keterangan langsung dari Mandor Ferdyan maupun Asisten Afdeling LA Andika terkait tudingan dan dugaan yang disampaikan Samsul.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Mandor Ferdyan, Asisten Afdeling LA Andika, maupun manajemen perusahaan kelapa sawit Swakarsa Melenyu 2/DSN Group untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.

Komentar