Musyawarah Solusi Limbah Dapur SPPG Mekarsari 4, Saluran Dialihkan ke Sungai, Mitra Dapur Beri Kompensasi Sosial

Beranda36 Dilihat

MEKARSARI, KOMPAKNEWS  – Warga Dusun Mekarsari 4, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, bersama pengelola Dapur SPPG (Satuan Pendidikan Guru) menggelar musyawarah untuk mencari solusi atas permasalahan pembuangan limbah dapur yang menimbulkan bau tidak sedap. Pertemuan berlangsung di rumah Inisial Id, selaku tuan rumah, pada malam senin tanggal 10 mei 2026 Jam 19.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Musyawarah dihadiri oleh Ketua RW 04, Ketua RT 02, Ketua RT 03, tokoh masyarakat, tokoh agama, sejumlah tetangga yang terdampak limbah, serta perwakilan dari Dapur SPPG Mekarsari 4 yaitu Saudara Hilman (penanggung jawab dapur SPPG) dan Asep Dedi (satpam SPPG Mekarsari 4). Suasana musyawarah berlangsung lama namun nyaman, dengan fokus utama mencari jalan keluar terbaik bagi seluruh pihak.

 

Kronologi dan Keluhan Warga Disampaikan

Inisial (Id) selaku tuan rumah membuka diskusi dengan memaparkan kronologi permasalahan. Ia menjelaskan bahwa awal mula keluhan muncul setelah saluran pembuangan limbah dapur dialirkan langsung ke parit jalan selanjutnya melalui pipa paralon menuju selokan warga. “Bau yang muncul cukup mengganggu kenyamanan, terutama bagi warga yang rumahnya berada di dekat aliran limbah,” ujar Inisial (Id) di hadapan peserta musyawarah.

Ketua RW 04, Ketua RT 02 dan Ketua RT 03 kemudian menyampaikan aspirasi warga secara lebih rinci. Mereka menegaskan bahwa meskipun secara teknis sudah ada upaya pengelolaan, indikasi bau masih terasa, terutama saat cuaca panas atau air limbah menggenang di titik-titik tertentu.

IPAL Sudah Standar, Namun Siap Evaluasi

Menanggapi keluhan tersebut, Saudara Hilman selaku penanggung jawab Dapur SPPG Mekarsari 4 menjelaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan saat ini sudah memenuhi standarisasi. “Kami sudah memasang  Grease Trap  (filter lemak) untuk memisahkan minyak dan lemak dari air limbah dapur. Air yang keluar selanjutnya dialirkan melalui paralon,” jelas Hilman.

Menurut Hilman, aliran pertama disalurkan ke selokan kedua, karena Warga masih mengeluh kemudian paralon diarahkan ke kolam milik Pak Deden (selaku Ketua RT 02). Namun atas dasar musyawarah dan demi kenyamanan bersama, muncul usul dari Pak Deden agar saluran pipa langsung ditembuskan ke sungai yang mengarah ke Sungai. “Dengan dialihkan ke sungai, saya harap tidak ada lagi warga yang mengeluh karena bau tidak lagi melewati organisasi,” tegas Pak Deden.

Kesepakatan: Aliran ke Sungai dan Pemberian Kompensasi

Hilman selaku perwakilan mitra dapur menyatakan menerima usulan tersebut. Ia berkomitmen akan segera merealisasikan pengalihan saluran paralon langsung ke sungai menuju Cimanuk. Selain solusi teknis, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan itikad baik, Hilman juga menyampaikan pemberian kompensasi atau dana sosial untuk lingkungan warga dan kas masjid setiap Bulan.

Pemberian dana sosial ini diserahkan secara simbolis dan ditandatangani oleh Ketua RW 04, Ketua RT 02 dan Ketua RT 03 sebagai perwakilan penerima dana bantuan. Sementara itu, Hilman menandatangani sebagai perwakilan mitra dapur pemberi perbaikan. “Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga yang selama ini terdampak. Semoga ke depan tidak ada lagi masalah,” ujar Hilman.

Respon Positif Warga dan Harapan ke Depan

Ketua RW 04 menyampaikan apresiasi atas cepatnya respon dan solusi yang diberikan. “Warga memahami bahwa dapur ini perlu beroperasi, tapi kenyamanan bersama juga harus dijaga. Dengan adanya transmisi ke sungai dan perbaikan ini, kami harap hubungan baik antara pengelola dapur dan warga tetap harmonis,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir juga turut mengingatkan pentingnya pemantauan berkala agar tidak muncul permasalahan serupa di kemudian hari. “Kami sepakat, kedepan perlu ada komunikasi rutin, jangan sampai ada keluhan yang baru diketahui setelah parah,” pesan salah satu tokoh masyarakat.

Musyawarah ditutup dengan doa bersama dan harapan agar lingkungan Mekarsari 4 kembali nyaman, bersih, serta bebas dari bau limbah.

Redaksi:
[H.Hakiem] – Garut

Komentar