Pasien Muara Wahau Terbantu, Admisi SOHC RS Medika Sangatta Pahami Kendala Jarak dan Transportasi
MUARA WAHAU — Sikap responsif dan pengertian ditunjukkan pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta terhadap pasien yang mengalami kendala transportasi dan jarak tempuh dalam menjalani kontrol kesehatan.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Hasriani, warga yang tinggal di kawasan Perumahan Perusahaan Melenyu 2 Afdeling LA, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Saat ditemui di kediamannya, Minggu (4/10/2026), Hasriani melalui suaminya menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta yang telah memberikan kemudahan terkait perubahan jadwal kontrol yang sebelumnya direncanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, kemudian diubah menjadi Selasa, 6 Oktober 2026.
Perubahan jadwal tersebut menjadi sangat berarti bagi Hasriani dan keluarganya mengingat jarak perjalanan dari Muara Wahau menuju Sangatta cukup jauh. Selain itu, keluarga pasien tidak menggunakan kendaraan pribadi, melainkan kendaraan travel yang memiliki waktu keberangkatan tertentu.
Sebelumnya, pada Minggu (4/10/2026), suami Hasriani menerima pesan WhatsApp dari Heny, anggota kesehatan Klinik Induk KBB, yang mengirimkan surat rencana kontrol RS Medika Sangatta dan menyampaikan bahwa jadwal telah diubah menjadi 5 Oktober 2026.
Dalam pesan tersebut, suami Hasriani diarahkan untuk mengambil antrean melalui aplikasi Mobile JKN serta meminta cetakan surat kontrol di bagian admisi rumah sakit.
Suami Hasriani kemudian menyampaikan kendala yang dihadapi.
Ia mempertanyakan apakah memungkinkan melakukan kontrol pada keesokan harinya, mengingat perjalanan menggunakan kendaraan travel berbeda dengan menggunakan kendaraan pribadi.
“Kalau menggunakan mobil pribadi berbeda dengan travel. Kalau travel biasanya berangkat jam 5 sore,” ungkap suami Hasriani dalam percakapan tersebut.
Menanggapi hal itu, Heny kemudian memberikan nomor kontak Admisi SOHC RS Medika Sangatta dan menyarankan agar perubahan jadwal dikomunikasikan langsung kepada pihak rumah sakit.
“Kalau mau dirubah lagi silakan hubungi RS, Pak. Saya tidak enak kalau bolak-balik ganti,” demikian pesan yang diterima suami Hasriani.
Setelah memberanikan diri menghubungi pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta melalui WhatsApp, suami Hasriani menyampaikan kondisi yang dialami sekaligus meminta kemungkinan perubahan jadwal kontrol.
Pihak admisi kemudian meminta foto surat kontrol sebelumnya. Setelah foto dikirimkan, suami Hasriani menjelaskan bahwa sebelumnya kontrol tidak jadi dilakukan karena dokter yang menangani, dr. Didit, sedang cuti.
Pihak admisi selanjutnya menanyakan jadwal yang diinginkan.
“Apakah bisa tanggal 6?” tanya suami Hasriani.
Permintaan tersebut langsung mendapat respons positif. Pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta kemudian mengirimkan foto surat kontrol dengan jadwal baru, yakni 6 Oktober 2026.
Pasien Merasa Sangat Terbantu
Hasriani mengaku sangat berterima kasih dan merasa lega dengan respons pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta.
Menurutnya, pelayanan tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasien, terutama yang berasal dari daerah yang cukup jauh, masih mendapatkan perhatian dan pengertian.
“Terima kasih kepada pihak admisi yang sudah memahami kondisi kami, terutama masalah transportasi dan jarak perjalanan dari Muara Wahau ke Sangatta,” ujar Hasriani.
Bagi pasien dari wilayah Muara Wahau dan sekitarnya, persoalan jadwal kontrol bukan sekadar persoalan tanggal. Jarak tempuh yang jauh, keterbatasan kendaraan serta ketergantungan terhadap jadwal travel menjadi pertimbangan tersendiri.
Karena itu, fleksibilitas dan komunikasi yang baik antara pasien dengan pihak rumah sakit dinilai sangat membantu, khususnya bagi pasien yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Wartawan Apresiasi Respons Admisi
Sementara itu, Arman, wartawan media jejakkasusnews.web.id, bersama Tispran Kelana, wartawan mabesnews.com, turut memberikan apresiasi terhadap respons pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta.
Keduanya menilai pelayanan yang cepat, komunikatif dan memahami kondisi pasien merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis.
Menurut mereka, pasien tidak hanya membutuhkan pelayanan medis, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan pengertian ketika menghadapi kendala di luar kemampuan mereka, seperti jarak, transportasi dan kondisi perjalanan.
“Kami mengapresiasi pihak Admisi SOHC RS Medika Sangatta yang telah memberikan respons dan solusi terhadap kendala yang dialami pasien. Semoga pola pelayanan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien,” ujar Arman dan Tispran.
Keduanya juga berharap ke depan seluruh pasien, termasuk pasien yang datang dari wilayah yang jauh seperti Muara Wahau, mendapatkan pelayanan yang sama, dengan mengedepankan komunikasi, kemudahan dan sisi kemanusiaan.
Pelayanan kesehatan bukan hanya tentang bagaimana pasien mendapatkan pengobatan, tetapi juga bagaimana pasien merasa dipahami ketika berada dalam kondisi yang membutuhkan bantuan.









Komentar