UTAMA Dukung Ujung Pandang Cup 2026, Dorong Pelajar Sulsel Kembangkan Bakat dan Sportivitas

Beranda146 Dilihat

UTAMA Dukung Ujung Pandang Cup 2026, Dorong Pelajar Sulsel Kembangkan Bakat dan Sportivitas

MAKASSAR — Universitas Tamalatea Makassar (UTAMA) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda dengan mengambil bagian sebagai Support Volunteer pada kegiatan Ujung Pandang Cup 2026 yang diselenggarakan oleh Zera Project di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (5/10/2026).

Keterlibatan UTAMA dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap ruang-ruang positif bagi generasi muda, khususnya para pelajar di Sulawesi Selatan untuk menyalurkan minat, bakat, kreativitas, serta kemampuan mereka melalui berbagai kompetisi.

Kegiatan Ujung Pandang Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 10 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah di Sulawesi Selatan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Berbagai pertandingan dan perlombaan turut memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya pertandingan futsal, bulutangkis, lomba menggambar, lomba bernyanyi, serta sejumlah perlombaan lainnya yang memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Kehadiran UTAMA dalam kegiatan tersebut turut diwakili langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Diana Mitja Togubu, S.Si., M.Kes. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan sukses hingga kegiatan berakhir.

Menurut Dr. Diana, kegiatan yang melibatkan pelajar dalam berbagai kompetisi memiliki nilai penting karena tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama.

“Kompetisi seperti ini penting sebagai wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus meningkatkan produktivitas melalui kegiatan yang positif,” ujar Dr. Diana.

Ia menilai, masa sekolah merupakan salah satu tahapan penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, para pelajar perlu diberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan kemampuan mereka, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, prestasi seorang pelajar tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan akademik di dalam ruang kelas. Kemampuan di bidang olahraga, seni, kreativitas, kepemimpinan, dan kerja sama juga merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki daya saing.

Lebih lanjut, Dr. Diana menegaskan bahwa kompetisi antarpelajar bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan seperti Ujung Pandang Cup dapat menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memahami arti perjuangan, kerja keras, disiplin, menghargai lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

“Selain menjadi ajang pencarian bakat, kompetisi ini juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat secara jasmani dan memiliki semangat sportivitas yang tinggi,” ungkapnya.

Ia juga berharap para peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, pengalaman mengikuti pertandingan dan perlombaan merupakan bagian penting yang dapat menjadi bekal bagi para pelajar dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak kita mendapatkan pengalaman, berani tampil, mampu bekerja sama, menghargai orang lain, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, UTAMA juga memberikan dukungan melalui keterlibatan mahasiswa sebagai Support Volunteer. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan kepanitiaan, pelayanan peserta, komunikasi, serta kerja sama dalam sebuah event berskala pelajar.

Keterlibatan mahasiswa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diharapkan mampu berinteraksi dengan masyarakat serta mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.

Bagi UTAMA, keterlibatan dalam Ujung Pandang Cup 2026 juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan lingkungan pendidikan dasar dan menengah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pengembangan karakter dan potensi peserta didik.

Ujung Pandang Cup 2026 diharapkan dapat menjadi momentum bagi para pelajar di Sulawesi Selatan untuk berani menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dari kegiatan tersebut, diharapkan muncul bibit-bibit muda potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, bahkan Sulawesi Selatan di berbagai ajang yang lebih tinggi.

Dengan semangat kompetisi yang sehat, kreativitas, dan sportivitas, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan semata, tetapi menjadi pengalaman berharga bagi para pelajar dalam membangun karakter dan mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang produktif, kreatif, dan berprestasi.

Komentar