KETUA P2SP SDN PANCARAN 1 KEMBALI BERI KLARIFIKASI: SELURUH PROSES REVITALISASI DISEBUT TELAH SESUAI KETENTUAN

Beranda54 Dilihat

KETUA P2SP SDN PANCARAN 1 KEMBALI BERI KLARIFIKASI: SELURUH PROSES REVITALISASI DISEBUT TELAH SESUAI KETENTUAN

PANDEGLANG — Menanggapi pemberitaan yang menyoroti pelaksanaan program revitalisasi SDN Pancaran 1, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, dengan nilai anggaran sebesar Rp1.040.073.647, Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Pancaran 1, Dodi, kembali menyampaikan klarifikasi.

Dodi menegaskan bahwa seluruh tahapan program, mulai dari proses pembentukan kepanitiaan, perencanaan, pelaksanaan pekerjaan hingga administrasi keuangan, menurutnya telah dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dan ketentuan program revitalisasi yang berlaku.

PEMBENTUKAN P2SP DISEBUT MELALUI MUSYAWARAH

Terkait sorotan mengenai struktur kepanitiaan, Dodi menjelaskan bahwa dirinya tidak ditunjuk secara sepihak sebagai Ketua P2SP.

Menurutnya, pembentukan kepanitiaan dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan pihak sekolah, komite, serta perwakilan wali murid.

«“Penunjukan saya sebagai Ketua P2SP tidak terjadi sendiri. Kami bermusyawarah, menyepakati susunan kepanitiaan, dan menuangkannya ke dalam berita acara. Meski saya juga menjabat di komite, ini tidak bertentangan selama proses pembentukannya transparan dan didokumentasikan,” ujar Dodi.»

Ia mengatakan, keanggotaan P2SP dibentuk dengan mengacu pada petunjuk teknis program revitalisasi.

Dodi juga menyebutkan bahwa dokumen pembentukan kepanitiaan, berita acara, serta daftar hadir rapat pembentukan tersimpan dan siap diperlihatkan apabila diperlukan oleh pihak yang berwenang maupun masyarakat sesuai prosedur.

SOAL K3, P2SP AKUI MASIH ADA YANG PERLU DITINGKATKAN

Mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi pekerjaan, Dodi mengatakan pihaknya telah memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan pekerja dan lingkungan sekolah.

«“Kami sangat memperhatikan keselamatan. Pekerja diwajibkan menggunakan helm, sepatu, dan sarung tangan sesuai kebutuhan. Area yang berbahaya sudah dipasang pita peringatan dan pembatas sementara. Karena pekerjaan dilakukan bertahap, kami juga mengatur jam kerja agar tidak berdekatan dengan jam pelajaran siswa,” jelasnya.»

Namun, Dodi mengakui bahwa dalam pelaksanaan di lapangan masih terdapat kondisi tertentu di mana kelengkapan alat pelindung diri belum terlihat secara sempurna setiap saat.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian yang terus diperbaiki selama proses pekerjaan berlangsung.

«“Kami berkomitmen meningkatkan penerapan K3 secara bertahap. Jika ada kekurangan, kami perbaiki segera. Keselamatan anak-anak, guru, maupun pekerja adalah prioritas utama kami,” tegas Dodi.»

PENGELOLAAN DANA DISEBUT DILENGKAPI BUKTI PENGELUARAN

Sementara terkait pengelolaan anggaran revitalisasi yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 miliar, Dodi menjelaskan bahwa administrasi dan penggunaan dana dilakukan secara bersama-sama sesuai mekanisme yang diterapkan dalam program.

Ia mengatakan setiap pengeluaran dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti bukti pembayaran, nota, serta dokumentasi perkembangan pekerjaan.

«“Uang ini bukan milik pribadi. Setiap rupiah dicatat, setiap pembayaran memiliki dasar, dan setiap kemajuan didokumentasikan. Laporan pertanggungjawaban kami susun secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku dan akan diserahkan kepada instansi terkait tepat waktu,” ungkapnya.»

Dodi menegaskan, pihaknya siap mempertanggungjawabkan pelaksanaan program maupun penggunaan anggaran berdasarkan dokumen yang dimiliki.

TERBUKA TERHADAP PENINJAUAN DAN PENGAWASAN

Menanggapi perhatian sejumlah pihak, termasuk GWI dan GPM Pandeglang, Dodi menyatakan pihaknya tidak keberatan apabila pelaksanaan revitalisasi SDN Pancaran 1 ditinjau sesuai prosedur yang berlaku.

«“Kami tidak menutup diri. Justru kami mengundang pihak berwenang, dinas pendidikan, maupun perwakilan masyarakat untuk datang melihat langsung kondisi di lapangan, memeriksa dokumen, dan memastikan semuanya berjalan benar. Jika ada yang kurang, kami perbaiki. Jika sudah benar, kami harap juga diakui secara terbuka,” katanya.»

Menurut Dodi, pengawasan terhadap program pemerintah merupakan hal yang penting. Namun, ia berharap pengawasan dilakukan berdasarkan data, dokumen, serta kondisi faktual di lapangan sehingga tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

«“Tujuan kami satu: memperbaiki sekolah demi anak-anak SDN Pancaran 1. Mari kita dukung bersama, sambil tetap mengawasi dengan cara yang baik dan teratur,” tegas Dodi.»

Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai penjelasan dari pihak P2SP atas berbagai sorotan yang sebelumnya muncul terkait pelaksanaan revitalisasi SDN Pancaran 1. Adapun kebenaran setiap aspek pelaksanaan dan administrasi program tetap dapat diverifikasi melalui dokumen serta pemeriksaan oleh pihak yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.

(Halid/Samsul Daeng Pasomba – PPWI)

Komentar